Arsitektur

Kubah adalah bagian dari ekspansi besar di bawah arahan arsitek Ferdinand Chanut, yang adalah penerus George Chedanne, dan dilakukan antara 1910 dan October 1912. Kubah ini menjulang tinggi di Main Hall, yang menandai pendekatan baru untuk tata letak ruang di department store. Karena aspek monumentalnya, area ini menjadi area utama dari keseluruhan toko. Kubah ini memiliki tinggi 43 meter, melebihi tinggi fasad 14 meter. Pada saat penggunaan beton rangka masih dalam tahap awal, metal kubah terletak pada struktur beton dari 10 tiang melingkar. Dengan teknik yang inovatif, proyak ini dikerjakan dalam jangka waktu yang relatif singkat dengan hasil yang mengesankan. Oleh karena itu, lantai perantara akan dibentuk di bagian atas untuk membangun sebuah menara perancah yang akan berfungsi sebagai dukungan untuk memenuhi gedung dan logam yang akan membentuk lengkungan kubah. Struktur-struktur yang diusulkan didasarkan pada sebuah cincin logam, struktur Eiffel, dan berakhir pada clef oleh lentera, juga logam. Sangat menarik untuk diketahui bahwa kanopi berfungsi ganda: ornamen interior menyembunyikan tampilan struktur luar, sementara celah udara antara dinding penyangga menjadi pelindung terhadap perubahan suhu ketika pengunjung ingin melihat lantai 4 dan 5 dari toko).
Dari segi ornamental, coupole sering disebut sebagai kubah neobyzantine yang mencermintakan pengaruh Orientalisme  pada periode itu. Pada waktu itu, pengerjaan besi dibentuk dengan bunga dan menjadi atribut untuk Edward Schenck,  terletak pada sepuluh panel kaca dari kubah yang ada. Jendela yang berwarna biru tapi memiliki rona cahaya berwarna oranye hangat, mencerminkan Theophile Bader dan konsepnya tentang department store sebagai “bazaar mewah”. Ini semua adalah karya luar biasa dari Jacques Gruber sebagai seniman ternama dari School of nancy dan Art Nouveau movement.